MEMAHAMI ARTI WALI

Apa sebenarnya karomah itu ?
Apakah karomah bisa dipelajari ?

Banyak anggapan di masyarakat bahwa seorang wali itu pasti memiliki karomah yang nyata bahkan bisa dipertontonkan kepada khalayak ramai. Seperti kebal senjata tajam dan sebagainya. Tapi sebetulnya itu semua adalah tipu daya setan.

Seorang wali boleh jadi ia diberi karomah yang nyata boleh jadi tidak, tapi karomah yang paling besar di sisi wali adalah istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, bukan yang lain, dan itu bukan berarti kita mengingkari adanya karomah tapi yang kita ingkari adalah anggapan banyak orang bila ia tidak memiliki karomah berarti ia bukan wali.

Abu ‘Ali Al Jurja’any berpesan : “Jadilah engkau penuntut istiqomah bukan penuntut karomah, sesungguhnya dirimu lebih condong untuk mencari karomah, dan Tuhanmu menuntut darimu istiqomah”.

Betapa banyaknya para sahabat yang merupakan orang terdepan dalam hal ketakwaan dibandingkan para wali tidak memiliki karomah. Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hamba yang paling mulia di sisi Allah waktu berhijrah beliau mengendarai unta bukan mengendarai angin, begitu pula dalam perperangan beliau memakai baju besi bahkan pernah cedera pada waktu perang uhud.

Karomah bukan sebagai syarat mutlak bagi seorang wali. Karomah diberikan Allah kepada seseorang boleh jadi sebagai cobaan dan ujian baginya, atau untuk menambah keyakinannya kepada ajaran Allah, atau pertolongan dari Allah terhadap orang tersebut dalam kesulitan.

Seseorang yang tidak butuh kepada karomah lebih baik dari ulama yang butuh kepada karomah.

• WALI SETAN

Selain ada wali Alloh ada juga wali syaithon !! wali syaiton ini lah yang mengelabuhi manusia, ia mendapatkan berbagai kemampuan aneh karena bekerjasama dengan syaiton, naudzubillah. karena karomah dan sihir ada perbedaannya(baca :waspadai perbedaan mencolok antara sihir dengan karomah)

Apakah Setiap yang Di Luar Kebiasaan Disebut Karamah ?

Sesuatu yang terjadi di luar kebiasaan, bisa dikelompokkan menjadi tiga :

– Mukjizat, terjadi pada para rasul dan nabi.
– Karamah, terjadi pada para wali Allah.
– Tipuan setan, terjadi pada wali-wali setan. (At Tanbihaa-tus Saniyyah hal. 312-313).

• BAGAIMANA MEMBEDAKAN ANTARA
KAROMAH DAN TIPU DAYA SETAN ?

Tentunya, dengan mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan masing-masing orang yang mendapatkan hal luar biasa tersebut, maka benarlah apa yang di ucapkan oleh Imam Syafi’i rohimahulloh.
“Apabila kalian melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana keseharian dia dalam mengikuti sunnah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal.193).

K.H. Hasyim Al Asy’ari rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah tanpa mengikuti sunnah, maka pengakuannya adalah kebohongan.” (Ad Durar Al Muntasirah, hal. 4).

——————–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s