HAKEKAT KAROMAH

HAKEKAT KAROMAH

• DEFINISI KAROMAH

Karomah adalah kejadian diluar kebiasa’an yang Allah ta’ala anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa do’a, baca’an, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin).

Para ulama menjelaskan tidak semua hal luar biasa yang dialami atau terjadi pada seseorang dinilai sebagai karomah dari Allah.

Karena hal-hal luar biasa itu ada tiga bentuk :

1. Karomah
2. Tipuan syetan
3. Tanda-tanda kiamat

Sebelum terjadi hari kiamat akan banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang aneh-aneh.

Bisa disebut karomah bila seseorang tersebut melaksanakan ibadah-ibadahnya berdasarkan ilmu yang terdapat dalam Al Qur’an dan Sunnah. Lalu ia mengamalkan ilmunya tersebut dengan mentauladani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabat Radhiallahu ‘anhum. Kemudian tidak terindikasi terlibat dalam berbagai acara-acara yang menyimpang dari ajaran dan sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam.

Namun bisa juga hal luar biasa yang dialami atau terjadi pada seseorang itu sebagai tipuan dari setan. Sebagaimana terjadi pada orang-orang yang merubah syari’at yang dibawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dan menggantinya dengan ajara-ajaran yang direkayasanya sendiri atau setan yang merekayasa untuk mereka.

Ada seseorang pernah ditawari oleh seorang yang dianggap Wali / Kiyai untuk memiliki ilmu kebal, tahan pedang dan senjata tajam lainnya. Sang wali memiliki ilmu tersebut dan bisa diturunkan kepadanya. Caranya sangat mudah, yaitu berzikir selama empat puluh hari dalam kelambu yang ada dalam rumahnya. Kemudian sa’at berizikir ia membayangkan wajah sang Wali dengan melihat foto yang terpajang dalam kelambu tersebut.

Jika seseorang yang tidak memiliki ilmu agama yang cukup, akan melihat secara sepintas bahwa hal itu tidak ada masalah. Dan menilainya sebagai perbuatan baik, karena berzikir adalah ibadah yang mulia.

Namun bagi orang yang mengerti ajaran agama dan aqidah yang benar akan menilai bahwa perbuatan itu menyimpang dari beberapa segi :

1. Tujuan zikir yaitu untuk mendapatkan kekebalan.

Kalau dengan cara berzikir bisa kebal dari senjata tajam pasti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dan para Sahabat orang yang pertama sekali melakukannya dan memperoleh keutama’an tersebut. Namun dalam kenyata’an mereka banyak yang cedera bahkan meninggal dalam peperangan.

2. Mengkhususkan waktu dan tempat.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah mengajurkan dan menetukan waktu selama empat puluh hari secara terus-menerus berzikir. Atau harus dalam kelambu yang di dalamnya dipajang foto Sang Wali / Kiyai. Akan tetapi Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam mengajurkan berzikir kapan dan dimana saja, tanpa perlu meninggalkan perkerja’aan dan kewajiban-kewajiban agama yang lainnya.

3. Jika ia berzikir selama empat puluh hari terus-menerus dan tidak boleh keluar dari tempat semediannya. Bagaimana shalat berjam’ahnya dan shalat jum’atnya ? Ini adalah cara setan menyesatkan seseorang yaitu mengutamakan amalan sunnah diatas amala-amalan wajib. Atau mengutamakan amalan-amalan bid’ah diatas amalan-amalan sunnah. Dan lebih sesat lagi menjadikan perkara-perkara yang diharamkan dalam agama sebagai sarana ibadah. Seperti nyanyian dan jogetan.

4. Kenapa harus membayangkan wajah Sang Wali / Kiyai sa’at berzikir tersebut ? Kalau yang dibayangkan wajah Sang Wali / Kiyai sa’at berzikir ini berarti menjadikannya sebagai tuhan yang terdapat dalam kadungan makna zikir yang dibacanya.

Dari sini dapat kita ukur apakah perkara yang luar biasa yang dialami seseorang apakah datang dari Allah atau datang dari setan ?

Dalam kehidupan orang-orang yang dianggap memilki karomah sangat banyak cerita-cerita serupa. Padahal itu buka karomah tapi tipu-daya setan dalam menyesatkan manusia. Bagaimana mungkin orang yang menyimpang dalam menjalankan ajaran agama akan memiliki karomah ?

• Apakah orang sesat dan orang kafir bisa memiliki peristiwa-peristiwa yang luar biasa ?

Orang-orang sesat dan kafir sekalipun seperti Dajal dan nabi-nabi palsu, diantara mereka ada yang bisa menghilang dari penglihatan manusia. Karena ia disembunyikan oleh setan-setan yang membelanya.

Demikian pula dajal dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, sebagai fitnah bagi umat yang hidup dimasanya. Dan kebanyakan manusia tertipu oleh dajal. Karena ia bisa menghidukan seseorang sudah mati dan mendatangkan hewan ternak yang banyak. Namun dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam yang hidup itu bukan orang telah mati, akan tetapi setan menjelma menyerupai orang yang sudah mati tersebut dan menjelma menjadi onta-onta yang banyak. (lihat kisah Dajal dalam kitab “Qishah Al Masih Ad Dajal”).

Demikian pula sebelum hari kiamat akan banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang luar biasa atau aneh di tengah-tengah kehidupan manusia, sebagai tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat.

Sebagai contohnya hadits yang diriwayat Abu hurairah Radhiallahu ‘anhum ia menceritakan : “Seekor Srigala mendekati gerombolan kambing yang digembalakan, lalu ia menangkap satu ekor kambing dan lari. Ketika itu sang pengembala langsung mengejar srigala tersebut dan dapat menyelamatkan kambing yang ditangkapnya. Lalu srigala itu naik ke sebuah bukit yang rendah seraya berkata kepada sipengembala kambing : “Engkau telah merebut rizki yang diberikan Allah kepadaku, engkau telah merebutnya dariku”. Sang pengembala keheranan dan berkata : “Demi Allah aku belum pernah melihat Srigala berbicara seperti pada hari ini”. Srigala menimpali ungkapan si pengembala : “Lebih ajaib lagi seorang laki-laki yang berada diantara dua bukit batu. Ia menceritakan kepada kalian apa yang telah berlalu dan apa yang akan datang”. Si pengembala itu adalah seorang Yahudi. Lalu ia menemui Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam dan masuk Islam. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam membenarkan kisahnya tersebut, kemudian beliau berkata : “Sesungguhnya itu adalah salah satu tanda dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat. Boleh jadi seseorang keluar rumah, ia tidak pulang sampai berbicara kepadanya sendal dan tongkatnya memberitahukan tentang apa yang menimpa keluarganya setelah ia tinggalkan”. (H.R. Imam Ahmad dalam “Musnad” no (8049) dan Abdurrazaq dalam “Mushannaf” no (20808).

Dari kisah di atas ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil :

1. Peristiwa yang luar biasa tidak mutlak sebagai karomah bagi seseorang yang mengalaminya seperti kisah di atas dialami oleh seorang Yahudi yang belum masuk Islam.

2. Peristiwa yang luar biasa yang dialami seseorang bukanlah mutlak sebagai ukuran tentang kemulia’an seseorang tersebut disisi Allah. Karena boleh jadi peristiwa tersebut sebagai salah satu tanda dari tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat.

3. Peristiwa luar biasa tidaklah khsusus pada orang-orang sholeh, akan tetapi bisa dialami oleh orang kafir bahkan binatang sekalipun. Seperti dalam kisah ini srigala, sandal dan tongkat bisa berbicara. Bukan berarti bahwa srigala, sandal dan tongkat itu memilki karomah atau kesaktian. Dan bisa diminta menyembuhkan penyakit dan lain sebagainya. Demikian pula manusia walaupun ia mengalami hal-hal yang luar biasa bukan berarti ia kita sembah dan kita seru, kita minta untuk melakukan sesuatu untuk kita, seperti mencarikan jodoh, memberi ajimat pelaris, minta kesembuhan dan lain sebagainya.

• KAROMAH MENURUT AL QUR’AN DAN SUNNAH

Karomah memang ada pada sebagian manusia yang bertakwa, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya menerangkan bahwa karamah itu ada, baik di masa dahulu maupun di masa yang akan datang sampai hari kiamat.

Diantaranya apa yang Allah kisahkan tentang Maryam dalam surat Ali Imran 37 ataupun Ashhabul Kahfi dalam surat Al Kahfi dan kisah pemuda mukmin yang dibunuh Dajjal di akhir jaman (H.R. Al Bukhari no. 7132 dan Muslim no. 2938).

Selain itu, kenyata’an yang kita lihat ataupun dengar dari berita yang mutawatir bahwa karamah itu memang terjadi di zaman kita ini.

– Apakah wali Allah itu memiliki atribut tertentu ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa wali-wali Allah itu tidak memiliki sesuatu yang membedakan mereka dengan manusia lainnya dari perkara-perkara dhahir yang hukumnya mubah seperti pakaian, potongan rambut atau kuku. Dan merekapun terkadang dijumpai sebagai ahli Al Qur’an, ilmu agama, jihad, pedagang, pengrajin atau para petani. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/194).

– Apakah wali Allah itu harus memiliki karamah ?

– Lebih utama manakah antara wali yang memilikinya dengan yang tidak ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa tidak setiap wali itu harus memiliki karamah. Bahkan, wali Allah yang tidak memiliki karamah bisa jadi lebih utama daripada yang memilikinya. Oleh karena itu, karamah yang terjadi di kalangan para tabi’in itu lebih banyak daripada di kalangan para sahabat, padahal para sahabat lebih tinggi derajatnya daripada para tabi’in. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/283).

– Apakah setiap yang diluar kebiasa’an dinamakan dengan ‘karamah’?

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberi kesimpulan bahwa sesuatu yang di luar kebiasa’an itu ada tiga macam :

1. Mu’jizat : Terjadi pada para rasul dan Nabi

2. Karamah : Terjadi pada para wali Allah

3. Tipuan setan : Terjadi pada wali-wali setan

(Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).

Untuk mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan tentu saja dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwa’an pada masing-masing orang yang mendapatkannya (wali) tersebut.

Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata : “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193).

Allahu Al hady Ila Sawaai As Sabiil

* Dirangkum dari berbagai sumber

_________________

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s