Monthly Archives: September 2016

ALLAH TA’ALA DIATAS ‘ARSY MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR JAILANI

ALLAH TA’ALA DIATAS ‘ARSY MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR JAILANI
.
Syaikh Abdul Qadir Jailani (470-561 H) adalah seorang ulama Ahlus Sunnah ahli fiqih bermadzhab hanbali yang sangat dihormati.
.
Sebagaimana para Ulama Ahlus Sunnah lainnya, Syaikh Abdul Qadir Jailani memiliki aqidah bahwa Allah Ta’ala berada di atas ‘Arsy. Hal ini bisa kita perhatikan di dalam kitabnya.
.
Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata :
.
وهو بجهة العلو مستو، على العرش محتو على الملك محيط علمه بالأشياء
.
“Dia (Allah) beristiwa di atas. Dia di atas Arsy, Dia menguasai semua keraja’an, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu”. (Abdul Qadir al-Jailani, al-Ghunyah, 1/71).
.
Lebih lanjut Syaikh Abdul Qadir Jailani menjelaskan tentang istawaa’-Nya Allah Ta’ala di atas ‘Arsy, yaitu memaknai istawaa’ sebagaimana teksnya tanpa ditakwil, juga tidak di maknai duduk atau menempel sebagaimana yang di maknai oleh orang-orang mujassimah atau sebagaimana yang di katakan oleh orang-orang dari pengekor Asy’ariyah. Syaikh Abdul Qadir Jailani juga menjelaskan kata istawaa’ tidak boleh dimaknai menguasai, sebagaimana aqidah Mu’tazilah.
.
Berikut keterangan Syaikh Abdul Qadir Jailani :
.
وينبغي إطلاق صفة الاستواء من غير تأويل، وأنه استواء الذات على العرش لا على معنى القعود والمماسة كما قالت المجسمة والكرامية، ولا على معنى العلو والرفعة كما قالت الأشعرية، ولا معنى الاستيلاء والغلبة كما قالت المعتزلة، لأن الشرع لم يرد بذلك ولا نقل عن أحد من الصحابة والتابعين من السلف الصالح من أصحاب الحديث ذلك.
.
“Selayaknya memahami istiwa Allah sesuai makna tekstualnnya, tanpa ditakwil. Dia bersemayam secara dzat di atas ‘Arsy, tidak kita maknai duduk dan menempel di Arsy, sebagaimana perkata’an Mujassimah dan Karramiyah, tidak pula dimaknai berada di atas, sebagaimana perkata’an Asy’ariyah. Tidak boleh dimaknai menguasai, sebagaimana aqidah Mu’tazilah. Karena syariat tidak menyebutkan semua makna itu, dan tidak dinukil satupun keterangan dari sahabat, maupun tabi’in di kalangan Salaf, para pembawa hadits”. (Abdul Qadir al-Jailani, al-Ghunyah, 1/74).
.
Syaikh Abdul Qadir Jailani juga mengatakan bahwa Allah Ta’ala turun ke langit terendah.
.
Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata :

وأنه ينزل في كل ليلة إلى السماء الدنيا كيف شاء لا بمعنى نزول الرحمة وثوابه على ما ادعت المعتزلة والأشعرية…

“Dan sungguh Dia (Allah) juga turun ke langit terendah dengan cara yang Dia kehendaki, bukan bermakna turun rahmat-Nya atau pahala-Nya sebagaimana yang dikatakan oleh Mu’tazilah dan Asya’irah . .”. (Abdul Qadir al-Jailani, al-Ghunyah Li Thalibi `l-Haq, 56-57).
.
Perkata’an Syaikh Abdul Qadir Jailani di atas berdasarkan kepada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
.
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ، فَيَقُوْلُ: مَنْ يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ. حتى ينفجر الفجر

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia lalu berkata: ‘Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar‘ ” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758).
.
Ketika menerangkan keberada’an Allah Ta’ala di atas ‘Arsy, Syaikh Abdul Qadir Jailani membawawakan hadits jaariyah sebagai dalilnya.
.
Syaikh Abdul Qadir Jailani berkata :
.
وأنه بجهة العلو مستو، على العرش محتو، وأن النبي شهد بإسلام الجارية لما سألها: أي الله؟ فأشارت إلى السماء، وأن عرش الرحمن فوق الماء، والله تعالى على العرش ودونه سبعون ألف حجاب من نور وظلمة، وأن للعرض حد يعلمه الله.

“Dia (Allah) berada di atas, beristiwa’ di atas Arsy, meliputi segala kerajaan-Nya. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah menyaksikan ke Islaman budak wanita ketika beliau bertanya kepadanya : “Di mana Allah ?” Maka dia (budak wanita) menunjuk ke atas. Dan bahwasanya Arsy Allah itu di atas air. Allah beristiwa’ di atasnya, sebelumnya (di bawahnya) adalah 70.000 hijab dari cahaya dan kegelapan. Dan bahwa arsy itu memiliki batasan yang di ketahui oleh Allah”. (Abdul Qadir al-Jailani, al-Ghunyah Li Thalibi `l-Haq, 56-57).
.
Itulah aqidah Syaikh Abdul Qadir Jailani yang memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid dan sifat-sifat Allah yang sesuai dengan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
.
Imam Ibnu Rajab berkata :

وللشيخ عبد القادر رحمه الله تعالى كلام حسن في التوحيد، والصفات، والقدر، وفي علوم المعرفة موافق للسنة،
.
“Syeikh Abdul Qadir Al Jailani rahimahullah memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah”. (Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah, Imam Ibnu Rajab).
.
.
_____________________