Category Archives: – Karomah menurut al qur’an dan sunnah

KAROMAH MENURUT AL QUR’AN DAN SUNNAH

Karomah memang ada pada sebagian manusia yang bertakwa, Allah Ta’ala dan Rasul-Nya menerangkan bahwa karamah itu ada, baik di masa dahulu maupun di masa yang akan datang sampai hari kiamat.

Diantaranya apa yang Allah kisahkan tentang Maryam dalam surat Ali Imran 37 ataupun Ashhabul Kahfi dalam surat Al Kahfi dan kisah pemuda mukmin yang dibunuh Dajjal di akhir jaman (H.R. Al Bukhari no. 7132 dan Muslim no. 2938).

Selain itu, kenyata’an yang kita lihat ataupun dengar dari berita yang mutawatir bahwa karamah itu memang terjadi di zaman kita ini.

• DEFINISI KAROMAH

Karomah adalah kejadian diluar kebiasa’an yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin).

– Apakah wali Allah itu memiliki atribut-atribut tertentu ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa wali-wali Allah itu tidak memiliki sesuatu yang membedakan mereka dengan manusia lainnya dari perkara-perkara dhahir yang hukumnya mubah seperti pakaian, potongan rambut atau kuku. Dan merekapun terkadang dijumpai sebagai ahli Al Qur’an, ilmu agama, jihad, pedagang, pengrajin atau para petani. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/194).

– Apakah wali Allah itu harus memiliki karamah ?

– Lebih utama manakah antara wali yang memilikinya dengan yang tidak ?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa tidak setiap wali itu harus memiliki karamah. Bahkan, wali Allah yang tidak memiliki karamah bisa jadi lebih utama daripada yang memilikinya. Oleh karena itu, karamah yang terjadi di kalangan para tabi’in itu lebih banyak daripada di kalangan para sahabat, padahal para sahabat lebih tinggi derajatnya daripada para tabi’in. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/283).

– Apakah setiap yang diluar kebiasa’an dinamakan dengan ‘karamah’?

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberi kesimpulan bahwa sesuatu yang di luar kebiasa’an itu ada tiga macam :

1. Mu’jizat yang terjadi pada para rasul dan Nabi 2. Karamah yang terjadi pada para wali Allah 3. Tipuan setan yang terjadi pada wali-wali setan (Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).

Sedangkan untuk mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan tentu saja dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan pada masing-masing orang yang mendapatkannya (wali) tersebut.

Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata : “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193).

asantosa30.wordpress.com/

——————–