Category Archives: 05. Manusia pertama yang tidak mengimani Allah diatas langit

MANUSIA PERTAMA YANG MENGINGKARI ALLAH DI ATAS LANGIT

MANUSIA PERTAMA YANG MENGINGKARI ALLAH DI ATAS LANGIT

Allah Ta’ala berfirman :

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ (36) أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَاب

Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian”. (Q.S Ghafir: 36-37).

Pertanyaan :

Kenapa fir’aun hendak membuat bangunan tinggi supaya dia dapat mencapai pintu-pintu langit sambil menuduh Musa alaihi salam berdusta?

Apakah sebenarnya perkara yang Fir’aun tuduhkan kpd Nabi Musa alaihi salam sehingga Fir’aun perlu naik ke langit untuk membuktikan kepada kaumnya bahwa Nabi Musa berdusta ?

Apa sebenarnya yang Nabi Musa katakan kepada Fir’aun sehingga dia begitu marah dan menuduh Nabi Musa dusta dan dia perlu naik ke langit untuk mempercayai kata-kata Nabi Musa ?

Jawaban Imam Ahli Tafsir, Imam Al-Thabari rahimahullah [w.310 H] :

وقوله: (وَإِنِّي لأظُنُّهُ كَاذِبًا) يقول: وإني لأظنّ موسى كاذبا فيما يقول ويدّعي من أن له في السماء ربا أرسله إلينا.

“Dan firman-Nya (berkena’an kata-kata Fir’aun) : “Dan sesungguhnya aku percaya Musa itu seorang pendusta !”, maksud perkataan (Fir’aun) adalah : “Dan sesungguhnya aku percaya Musa ini pendusta terhadap apa yang dia katakan BAHWA MUSA MEMPUNYAI TUHAN DI LANGIT YANG MENGUTUSNYA”

[Tafsir al-Thabari, 21/387, Tahqiq: Ahmad Syakir, cet Muassasah al-Risalah, cet Pertama, lihat juga: Tafsir ayat 38 Surah al-Qhasas].

Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah [w.324 H] dalam kitab beliau, al-Ibanah :

كذب موسى عليه السلام في قوله: إن الله سبحانه فوق السماوات

“Dia (Fir’aun) mendustakan Musa alaihi salam berkena’an perkataan Musa : Bahwa ALLAH subhanahu wata’ala berada DI ATAS LANGIT”.

Maka sejarah mencatat bahwa, makhluk pertama yang ingkar keberadaan ALLAH di atas Arasy di atas langit ketujuh adalah : Fir’aun Laknatullah alaih.

Oleh itu, ketahuilah wahai muslim dan muslimah, Tuhan kamu, ALLAH itu Maha Tinggi, Tinggi pada Kemuliaan-Nya, Kekuasaan-Nya, dan DZAT-NYA karena Dia meninggi di atas Arasy di atas langit ketujuh dengan ketinggian yang layak bagi Dzat-Nya tidak sama dengan Makhluk sedikit pun…

_____________