Category Archives: 05. Pertanyaan bagi yang tidak mengimani Allah diatas langit

PERTANYA’AN BAGI MEREKA YANG TIDAK MENGIMANI ALLAH DI ATAS LANGIT

PERTANYA’AN BAGI MEREKA YANG TIDAK MENGIMANI ALLAH DI ATAS LANGIT

1. Allah ta’ala berfirman :
”Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?”. (Al-Mulk, 16).

Pertanyaan : Siapakah DZAT yang di atas langit tersebut ?

2. Allah ta’ala berfirman :
”Mereka (para Malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan”. (An-Nahl : 50).

Pertanya’an : Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ?

3. Allah ta’ala berfirman : “Wahai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku” (Ali Imran : 55).

– Allah ta’ala berfirman : ”Tetapi Allah telah mengangkat dia (yakni Nabi Isa) kepada-Nya”. (An-Nisa’ : 158).

Pertanya’an : Mengangkat itu dari mana ke mana ? , Yang mengangkat dimana ?

4. ”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat) mencapai jalan-jalan. (Yaitu) jalan-jalan menuju ke langit supaya aku dapat melihat Tuhan(nya) Musa, karena sesungguhnya aku mengira dia itu telah berdusta”. (Al-Mu’min : 36-37. Al-Qashash : 38).

Pertanyaan : Kira-kira apa yang dikatakan Musa ‘alaihissalam kepada fir’aun, sehingga fir’aun membuat bangunan yang tinggi supaya dapat menuju ke langit supaya dapat melihat Tuhan(nya) Musa ?

5. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Orang-orang yang penyayang, mereka itu akan disayang oleh Allah Tabaaraka wa Ta’ala. Oleh karena itu sayangilah orang-orang yang di muka bumi, niscaya Dzat yang di atas langit akan menyayangi kamu”. (Sbu Dawud No. 4941).

– Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Barangsiapa yang tidak menyayangi orang yang dimuka bumi, niscaya tidak akan di sayang oleh Dzat yang di atas langit”. (Di riwayatkan oleh Imam Thabrani di kitabnya ”Mu’jam Kabir No. 2497).

Pertanyaan : Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud ?

5. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Tidakkah kamu merasa aman kepadaku padahal aku kepercaya’an Dzat yang di atas langit, datang kepadaku berita (wahyu) dari langit di waktu pagi dan petang”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim 3/111 dan Ahmad 3/4).

Pertanyaan : Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud ?

6. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya ! Tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya (bersenggama), lalu sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang di atas langit murka kepadanya sampai suaminya ridla kepadanya ”.(Diriwayatkan oleh Imam Muslim 4/157 dari Abu Hurarirah).

Pertanyaan : Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud ?

7. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Silih berganti (datang) kepada kamu Malaikat malam dan Malaikat siang dan mereka berkumpul pada waktu shalat shubuh dan shalat ashar. Kemudian naik malaikat yang bermalam dengan kamu, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka, padahal Ia lebih tahu keada’an mereka : ”Bagaimana (keadaan mereka) sewaktu kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku ? Mereka menjawab : ”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka dalam keada’an shalat”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari 1/139 dan Muslim 2/113 dll).

Pertanyaan : Kemana malaikat pergi menghadap Tuhannya ?

8. Jabir bin Abdullah telah meriwayatkan tentang sifat haji Nabi dalam satu hadits yang panjang yang didalamnya diterangkan khotbah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda di padang ‘Arafah, (Jabir menerangkan), Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah langit, kemudian beliau tunjukkan jarinya itu kepada manusia, (kemudian beliau berdo’a) : ”Ya Allah saksikanlah ! Ya Allah saksikanlah ! ( Riwayat Imam Muslim 4/41).

Pertanyaan : Kenapa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah langit ?

9. Umar bin Khatab pernah mengatakan : ”Hanyasanya segala urusan itu (datang/ keputusannya) dari sini”. Sambil Umar mengisyaratkan tangannya ke langit ”. [Imam Dzahabi di kitabnya ”Al-Uluw” hal : 103. mengatakan, Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)].

Pertanyaan : Kenapa Umar mengisyaratkan tangannya ke langit ?

10. Anas bin Malik menerangkan, “Adalah Zainab memegahkan dirinya atas istri-istri Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, Ia berkata : ”Yang mengawinkan kamu (dengan Nabi) adalah keluarga kamu, tetapi yang mengawinkan aku (dengan Nabi) adalah Allah Ta’ala dari ATAS TUJUH LANGIT”. Dalam satu lafadz Zainab binti Jahsyin mengatakan : ”Sesungguhnya Allah telah menikahkan aku (dengan Nabi) dari atas langit”. (Riwayat Bukhari juz 8 hal: 176).

Pertanyaan : dimanakah Allah menurut Zainab ?

– Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah mengajukan pertanya’an kepada seorang budak perempuan milik Mua’wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy, sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu’awiyah, Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya : “Di manakah Allah ?”, Jawab budak perempuan : “Di atas langit”. Beliau bertanya (lagi) : “Siapakah Aku ?” Jawab budak itu : “Engkau adalah Rasulullah”. Beliau bersabda : “Merdekakan ia !, karena sesungguhnya ia mu’minah (seorang perempuan yang beriman)”.
(Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Jama’ah ahli hadits, diantaranya : 1. Imam Malik (Tanwirul Hawaalik syarah Al-Muwath-tho juz 3 halaman 5-6). 2. Imam Muslim (2/70-71) 3. Imam Abu Dawud (No. 930-931) 4. Imam Nasa’i (3/13-14) 5. Imam Ahmad (5/447, 448-449) 6. Imam Daarimi 91/353-354) 7. Ath-Thayaalis di Musnadnya (No. 1105) 8. Imam Ibnul Jaarud di Kitabnya ”Al-Muntaqa” (No. 212) 9. Imam Baihaqy di Kitabnya ”Sunanul Kubra” (2/249-250) 10. Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di Kitabnya ”Tauhid” (hal. 121-122) 11. Imam Ibnu Abi ‘Aashim di Kitab As-Sunnah (No. 489 di takhrij oleh ahli hadits besar Muhammad Nashiruddin Al-Albanni). 12. Imam Utsman bin Sa’id Ad-Daarimi di Kitabnya ”Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyyah” (No. 60,61,62 halaman 38-39 cetakan darus Salafiyah). 13. Imam Al-Laalikai di Kitabnya ”As-Sunnah ” (No. 652).

Pertanyaan :

1. Apakah jawaban budak tersebut “Allah Di atas langit” dibenarkan oleh Nabi ?

2. Dengan keyakinan bahwa Allah Di atas langit, budak tersebut termasuk berakidah benar (mukminah) apa sesat ?

• Dalil-dalil diatas adalah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah . . . !

HANYA ADA DUA PILIHAN :

1. Engkau beriman dengan apa yang dikatakan Allah dan Rasulnya, dengan mengucapkan sami’na wa ato’na dan engkau akan selamat.

2. Engkau ingkari ayat dan hadits tersebut, engkau dustakan dan berani membantah kalamulloh.

________________________

Advertisements