Tag Archives: Al

DIMANA ALLAH BERADA SEBELUM DI CIPTAKANNYA ‘ARSY ?

DIMANA ALLAH BERADA SEBELUM DI CIPTAKANNYA ‘ARSY ?
.
Diantara kesesatan jahmiyah atau orang-orang yang terpengaruh faham jahmiyah adalah mempertanyakan keberada’an Allah Ta’ala sebelum di ciptakannya ‘Arsy.
.
Mereka bertanya, “Sebelum di ciptakan ‘Arsy Allah berada di mana ?”
.
Atau mereka bertanya, “Apa mungkin Allah berpindah tempat ?”
.
Itulah diantara pertanya’an-pertanya’an yang biasa di lontarkan orang-orang yang terpengaruh kesesatan faham jahmiyah.
.
“Dimana keberada’an Allah sebelum Allah Ta’ala menciptakan ‘Arsy ?”, “Apa mungkin Allah berpindah tempat ?”
.
PERTANYA’AN-PERTANYA’AN DI ATAS TIMBUL AKIBAT KESALAHAN BERFIKIR SANGAT FATAL, YAITU AKIBAT DARI SIKAP MENYERUPAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK.
.
Padahal Allah Ta’ala sudah menjelaskan dalam Firman-Nya :
.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
.
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia . .” (Q.S Asy-Syuro: 11).
.
Terhadap makhluk kita boleh punya pemikiran atau pertanya’an, bagaimana, dari mana, mau kemana dan lainnya.
.
Misalnya, suatu sa’at kita melihat seekor angsa di depan rumah. Kemudian kita bertanya-tanya
.
Dari mana angsa itu ?
.
Pertanya’an di atas tidak ada yang salah, Karena makhluk terikat oleh hukum-hukum Sunnatullah yang berlaku atasnya. Tetapi untuk Allah Ta’ala, Dia terbebas dari semua ikatan-ikatan hukum yang berlaku sebagaimana pada makhluk-Nya.
.
Keberada’an Allah Ta’ala sebelum diciptakannya ‘Arsy, juga bagaimana keberada’an-Nya di atas ‘Arsy adalah termasuk perkara ghaib yang tidak di terangkan dalam Kitab-Nya. Dan kita tidak di wajibkan untuk mengetahui perkara-perkara yang tidak di terangkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ada kalanya dalam diri manusia timbul pikiran-pikiran aneh karena bisikan syaitan. Misalnya kita berpikir, bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Lalu siapa yang menciptakan Allah ?
.
Nabi menasehatkan : Kalau ada bisikan-bisikan seperti itu, seorang Muslim cukup mengatakan, “Amantu billahi wa bi Rusulihi” (aku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-rasul-Nya). (HR. Imam Ahmad).
.
Para Ulama sering mengatakan “Tafakkaruu fi khalqillah wa laa tafakkaruu fi dzatillah” (pikirkanlah tentang cipta’an Allah, namun jangan berpikir tentang Dzat-Nya).
.
ISTIWA’ TANPA TAKYIF, TAMTSIL DAN TASYBIH
.
Keimanan kita kepada Istiwa’ (bersemayam)-nya Allah di atas ‘Arsy/Langit tanpa melakukan takyif (menyatakan hakekat sifat tersebut), tanpa tamtsil (memisalkannya dengan makhluk) dan tanpa tasybih (menyerupakannya dengan makhluk).
.
Abu Nu’aim Al Ash-bahani (334 H-430 H) rahimahullah, penulis kitab Al Hilyah berkata : “Metode kami (dalam menetapkan sifat Allah) adalah jalan hidup orang yang mengikuti Al Kitab, As Sunnah dan ijma’ (konsensus para ulama). Di antara i’tiqod (keyakinan) yang dipegang oleh mereka (para ulama) bahwasanya hadits-hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan Allah berada di atas ‘Arsy dan mereka meyakini bahwa Allah beristiwa’ (menetap tinggi) di atas ‘Arsy-Nya. Mereka menetapkan hal ini tanpa melakukan takyif (menyatakan hakekat sifat tersebut), tanpa tamtsil (memisalkannya dengan makhluk) dan tanpa tasybih (menyerupakannya dengan makhluk). Allah sendiri terpisah dari makhluk dan makhluk pun terpisah dari Allah. Allah tidak mungkin menyatu dan bercampur dengan makhluk-Nya. Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya di langit sana dan bukan menetap di bumi ini bersama makhluk-Nya”.
.
(Dinukil dari Majmu’ Al Fatawa, Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni, 5/60, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H).
.
ALLAH DIATAS ARSYI BUKAN BERARTI ALLAH MEMBUTUHKAN TEMPAT
.
Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahawi rahimahullah [wafat tahun 321 H]. Beliau berkata: “Allah tidak membutuhkan ‘Arsy dan apa yang ada dibawahnya. Allah menguasai segala sesuatu dan apa yang ada diatasnya. Dan Dia tidak memberi kemampuan kepada makhluk-Nya untuk mengetahui segala sesuatu.” Beliau menjelaskan bahwa Allah menciptakan ‘Arsy dan bersemayam di atasnya, bukanlah karena Allah membutuhkan ‘Arsy tetapi Allah memiliki hikmah tersendiri tentang hal itu. Bahkan sebaliknya, sekalian makhluk termasuk ‘Arsy bergantung kepada Allah Jalla wa ‘Ala.” [Lihat Imam al-Qadhi ‘Ali bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Abdil ‘Izz ad-Dimasyqi dalam Syarh ‘Aqidah at-Thahâwiyah, (hal. 372)].
.
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/01-islam-dakwah-tauhid/01-islam-sudah-sempurna/
.
.
=====================