Tag Archives: ilmu

JAHMIYAH MEYAKINI ALLAH BERADA DI SETIAP TEMPAT

JAHMIYAH MEYAKINI ALLAH BERADA DI SETIAP TEMPAT
.
Diantara keyakinan sesat jahmiyah ialah, mereka mengingkari keberada’an Allah Ta’ala di atas ‘Arsy dan meyakini bahwa Allah Ta’ala berada di setiap tempat, Allah Ta’ala ada di mana-mana.
.
– Imam Abul-Hasan Al-Asy’ariy (260 – 324 H) rahimahullah di dalam kitabnya berkata :
.
وقد قال قائلون من المعتزلة والجهمية والحرورية : إن معنى استوى إستولى وملك وقهر، وأنه تعالى في كل مكان، وجحدوا أن يكون على عرشه، كما قال أهل الحق
.
“Dan telah berkata orang-orang dari kalangan mu’tazillah, jahmiyyah, dan haruriyyah (khawarij) : ‘Sesungguhnya makna istiwaa’ adalah : menguasai (istilaa’), memiliki, dan mengalahkan. ALLAH TA’ALA BERADA DI SETIAP TEMPAT. MEREKA MENGINGKARI KEBERADA’AN ALLAH DI ATAS ‘ARSY-NYA, sebagaimana yang dikatakan oleh Ahlul-Haq (Ahlus-Sunnah)”. (Al-Ibaanah, hal. 34-37).
.
– Imam al-Zahabi (673–748 H) berkata :
.
وَمَقَالَةُ الْجَهْمِيَّةِ أَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتعَالَى فِيْ جَمِيْعِ الأَمْكِنَةِ تَعَالَى اللهُ عَنْ قَوْلِهِمْ
.
“Adapun perkata’an Jahmiyyah (bahwa) ‘Allah Tabāraka wa Ta‘ālaada BERADA DI SEMUA TEMPAT, Maha Tinggi Allah dari perkata’an (rendahan) mereka itu”. (Al-‘Uluww hlm. 143).
.
– Al Hafizh Abu Ja’far Muhammad bin ‘Utsman bin Muhammad bin Abi Syaibah Al ‘Abasi, muhaddits Kufah di masanya, di mana beliau telah menulis tentang masalah ‘Arsy dalam seribu kitab, beliau berkata,
.
وأنكروا العرش وأن يكون الله فوقه وقالوا إنه في كل مكان
.
“Jahmiyah mengingkari ‘Arsy dan mengingkari keberada’an Allah di atas ‘Arsy. JAHMIYAH KATAKAN BAHWA ALLAH BERADA DI SETIAP TEMPAT”. (Al ‘Uluw, hal. 220 dan Mukhtashor Al ‘Uluw, hal. 220-221).
.
Keyakinan sesat jahmiyah yang mengingkari keberada’an Allah Ta’ala di atas ‘Arsy dan meyakini Allah Ta’ala berada di setiap tempat, maka konsekuensinya Allah Ta’ala berarti berada di tempat-tempat kotor dan juga tempat-tempat najis.
.
Imam Abu Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah berkata :
.
وَزَعَمَتِ الْمُعْتَزِلَةُ وَالْحَرُوْرِيَّةُ وَالْجَهْمِيَّةُ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، فَلَزِمَهُمْ أَنَّهُ فِيْ بَطْنِ مَرْيَمَ وَفِيْ الْحُشُوْشِ وَالأَخْلِيَةِ، وَهَذَا خِلَافُ الدِّيْنِ، تَعَالَى اللهُ عَنْ قَوْلِهِمْ
.
“Dan kaum Mu‘tazilah, Haruriyyah, dan jahmiyah beranggapan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala BERADA DI SETIAP TEMPAT. HAL INI MELAZIMKAN MEREKA BAHWA ALLAH BERADA DI PERUT MARYAM, TEMPAT SAMPAH DAN WC. PAHAM INI MENYELISIHI AGAMA. Maha Tinggi Allah dari perkataan (rendahan) mereka”. (Al-Ibānah fi Uṣūl Diyānah hlm. 26).
.
Maha suci Allah Ta’ala dari keyakinan rusak dan perkata’an buruk orang-orang jahmiyah. Maka pantas apabila di sebutkan sekte jahmiyah lebih buruk daripada yahudi dan nasrani.
.
Sa’id bin ‘Amir Adh Dhuba’i (122-208 H) Ulama Bashroh berkata :
.
هم شر قولا من اليهود والنصارى قد إجتمع اليهود والنصارى وأهل الأديان مع المسلمين على أن الله عزوجل على العرش وقالوا هم ليس على شيء
.
“Jahmiyah lebih jelek dari yahudi dan nashrani. Telah diketahui bahwa yahudi dan nashrani serta agama lainnya bersama kaum muslimin bersepakat bahwa Allah ‘azza wa jalla menetap tinggi di atas ‘Arsy. Sedangkan Jahmiyah, mereka katakan bahwa Allah tidak di atas sesuatu pun”. (Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, hal. 157 dan Mukhtashor Al ‘Uluw hal. 168).
.
YANG DIMAKSUD ALLAH BERADA DI SETIAP TEMPAT ADALAH ILMUNYA
.
Menurut para Ulama Shalaf, yang dimaksud Allah berada di setiap tempat, Allah ada dimana-mana adalah ilmunya.
.
– Imam Ibnu Katsir rahimahullah (w 774 H) ketika menafsirkan surat Al Hadiid ayat 4 berkata :
.
“Dia bersama kamu” IALAH ILMU-NYA, PENGAWASAN-NYA, PENJAGA’AN-NYA bersama kamu, sedang Dzat Allah di atas ‘Arsy di langit”. (Tafsir Qur`anil Azhim: 4/317).
.
– Imam Malik bin Anas (93-179 H) berkata :
.
الله في السماء، وعلمه في كل مكان، لا يخلو منه شيء.
.
“Allah berada di atas langit, DAN ILMUNYA BERADA DI SETIAP TEMPAT. Tidak ada terlepas dari-Nya sesuatu”. (Mukhtashar Al-‘Ulluw, hal. 140 no. 130].
.
– Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H) pernah ditanya,
.
ما معنى قوله وهو معكم أينما كنتم و ما يكون من نجوى ثلاثه الا هو رابعهم
.
Apa makna firman Allah, “Dan Allah bersama kamu di mana saja kamu berada” (QS. Al Hadiid: 4) dan “Tiada pembicara’an rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya” (Q.S Al Mujadilah: 7) ?
.
Imam Ahmad bin Hambal menjawab :
.
قال علمه عالم الغيب والشهاده علمه محيط بكل شيء شاهد علام الغيوب يعلم الغيب ربنا على العرش بلا حد ولا صفه وسع كرسيه السموات والأرض
.
Yang dimaksud dengan kebersama’an tersebut adalah ILMU ALLAH. Allah mengetahui yang ghoib dan yang nampak. ILMU ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU YANG NAMPAK DAN YANG TERSEMBUNYI. NAMUN RABB KITA TETAP MENETAP TINGGI DI ATAS ‘ARSY, tanpa dibatasi dengan ruang, tanpa dibatasi dengan bentuk. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Kursi-Nya pun meliputi langit dan bumi”. (Itsbat Sifatil ‘Uluw, hal. 116).
.
– Adh-Dhahhaak berkata :
.
هو على العرش وعلمه معهم
.
“Allah berada di atas ‘Arsy, DAN ILMU-NYA BERSAMA MEREKA”. (As-Sunnah oleh ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal hal. 80).
.
– Ibnul Mubarok bertanya pada Sufyan Ats Tsauri mengenai firman Allah ‘azza wa jalla,
.
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ
.
“Dia (Allah) bersama kalian di mana saja kalian berada.” (QS. Al Hadid: 4).
.
روى غير واحد عن معدان الذي يقول فيه ابن المبارك هو أحد الأبدال قال سألت سفيان الثوري عن قوله عزوجل وهو معكم أينما كنتم قال علمه
.
Sufyan Ats Tsauri menyatakan BAHWA YANG DI MAKSUDKAN ADALAH ILMU ALLAH (yang berada bersama kalian, bukan dzat Allah)”. (Al ‘Uluw lil ‘Aliyyil Ghoffar, 137-138).
.
– Imam Abul Hasan Al-’Asy’ari rahimahullah [260 – 324 H] dalam kitabnya Risaalah ila Ahli Ats-Tsagr berkata : Dan Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang lebih samar dari yang tersembunyi, tidak ada sesuatupun di langit maupun di bumi yang tersembunyi bagi Allah, hingga seakan-akan Allah senantiasa hadir bersama segala sesuatu. Hal ini telah ditunjukan oleh Allah Azza wa Jalla dengan firmanNya,
.
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ
.
Dia bersama kamu dimana saja kamu berada (QS Al-Hadiid : 4).
.
Para ahlul ilmi menafsirkan hal ini dengan ta’wil yaitu BAHWASANYA ILMU ALLAH MELIPUTI MEREKA DI MANA SAJA MEREKA BERADA”. (Risaalah ilaa Ahli Ats-Tsagr 231-234).
.
.
با رك الله فيكم
.
By : Дδµ$ $@ŋţ๏$ą $๏๓ąŋţяί
.
https://agussantosa39.wordpress.com/category/01-islam-dakwah-tauhid/01-islam-sudah-sempurna/
.
.
____________________

ILMU FILSAFAT PERUSAK AQIDAH ISLAM

ILMU FILSAFAT PERUSAK AQIDAH ISLAM

Sebagian ahlul ahwa wal bida’ mengklaim bahwa ilmu-ilmu Ilahi (aqidah) itu masih Ghamidhah (kabur dan tak terpahami).
Menurut mereka, tidak mungkin dimengerti kecuali melalui jalan ilmu Mantiq dan Filsafat.

Bertolak dari sinilah kemudian mereka (kaum Mu’tazilah) sampai era sekarang mengadopsi ilmu filsafat untuk dijadikan sebagai perangkat pendukung untuk mendalami aqida Islam. [Tahaful Falasifah, 84. Nukilan dari Tanaquzhu Ahlil Ahwa wal Bida’ fil ‘Aqidah, 1/103. Penulis (Dr. ‘Afaf binti Hasan bin Muhammad Mukhtar) menyertakan ilmu filsafat sebagai sumber pengambilan hukum ke-8 oleh kalangan ahli bid’ah].

Ilmu Filsafat Tidak Ada Dalam Generasi Salaful Ummah. Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahulloh (beliau adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad Al-Kannani Al-Asqalani, Abu Al-Fadhl, Syihabuddin, Imam besar madzhab Syafi’iyyah, wafat 853H. Beografi lengkapnya lihat Thabaqaat Al-Huffadz, Sadzaraat Adz-Dzahab, dan Al-Badr Ath-Thali’) menceritakan : “Orang-orang yg muncul setelah tiga masa yg utama terlalu berlebihan dalam kebanyakan perkara yg di ingkari oleh tokoh-tokoh generasi Tabi’in dan generasi Tabi’ut Tabi’in. Orang-orang yg tidak merasa cukup dengan apa yg sudah dipegangi generasi sebelumnya sehingga mencampur adukkan perkara-perkara agama dengan teori-teori Yunani dan menjadikan pernyataan-pernyataan kaum Filosof sebagai sumber pijakan untuk meluruskan atsar yg berseberangan dengan Filsafat melalui penakwilan, meskipun itu tercela. Mereka tidak berhenti sampai disini, bahkan mereka mengklaim ilmu yg telah mereka susun adalah ilmu yg paling mulia dan sebaiknya dimengerti”. [Fathul Bari, 13/253 ].

Karena itulah, kaum Mu’tazilah dan golongan yg sepemikiran dengan mereka bertumpu kitab tafsir ma’tsur, hadits dan perkata’an Salaf. Perkataan al-Hafizh merupakan seruan yg tegas untuk berpegang teguh dengan petunjuk Salaf dan menjauhi perkara baru yg diluncurkan oleh generasi Khalaf yg bertentangan dengan petunjuk generasi Salaf. [Manhaj al-Hafizh Ibni Hajar fil ‘Aqidah, Muhammad Ishaq Kundu, 3/1446 ].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh mendudukkan, bahwa pengguna’an ilmu filsafat sebagai salah satu dasar pengambilan hukum adalah karakter orang-orang Mulhid dan ahli bid’ah. Karena itu, terdapat pernyataan Ulama Salaf yg menghimbau umat agar Iltizam dengan al-Qur’an dan as-Sunnah dan memperingatkan umat dari bid’ah dan ilmu filsafat (ilmu kalam). [Majmu’ Fatawa, 7/119].

ULAMA BICARA TENTANG ILMU FILSAFAT

Melalui ilmu filsafatlah, intervensi pemikiran asing masuk dalam Islam. Tidaklah muncul ideologi filsafat kecuali setelah umat Islam mengadopsi dan menerjemahkan ilmu-ilmu yg berasal dari Yunani melalui kebijakan pemerintah dibawah kendali al-Makmun masa itu.

Imam Ibnul Jauzi Rahimahulloh mengatakan : “Adapun sumber intervensi pemikiran dalam ilmu dan aqidah dari filsafat. Ada sejumlah orang dari kalangan ulama kita yg belum merasa puas dengan apa yg telah dipegangi oleh Rasululloh, yaitu merasa cukup dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Merekapun sibuk dengan mempelajari pemikiran-pemikiran kaum filsafat. Dan selanjutnya menyelami ilmu kalam yg menyeret mereja kepada pemikiran yg buruk yg pada gilirannya merusak aqidah”. [Shaidul Khathir, hlm.226].

Ibnu Shalah Rahimahulloh memvonis ilmu filsafat sebagai biang ketololan, rusaknya aqidah, kesesatan, sumber kebingungan, kesesatan dan membangkitkan penyimpangan dan Zamdaqah (kekufuran)”. [Fatawa wa Rasail Ibnu ash Shalah, 1/209-212. Nukilan dari Asbabul Khatha’ fi Tafsir, 1/266].

Dan masih banyak ulama yg lain yg mencela ilmu filsafat.

Wallohu A’lam.

Sumber : Ustadz Abu Minhal Hafizhahulloh.

=========================

HADITS PALSU ILMU BATIN

Orang-orang Sufi terkadang berani memalsukan hadits atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, demi menguatkan ajaran mereka dan menipu orang-orang awam.

Di antara hadits-hadits yang mereka palsukan : “Ilmu batin adalah rahasia di antara rahasia-rahasia Allah dan hukum di antara hukum-hukum Allah, Allah melemparkannya ke dalam hati orang yang dikehendaki-Nya dari kalangan hamba-hamba-Nya.” [HR. Ad-Dailamy dalam Al-Firdaus (3/290 Az-Zuhar)]

Hadits ini palsu karena orang-orang yang meriwayatkannya tidak dikenal (majhul), terlebih lagi hadits ini hanya diriwayatkan oleh Ad-Dailamy.

Syaikh Al-Albaniy rahimahullah menghukumi hadits ini palsu dalam Dho’if Al-Jami’ (3724).

Sumber : Buletin Jum’at Al- Atsariyyah edisi 8 Tahun I.

Lihat: http://almakassari.com/artikel-islam/aqidah/ilmu-batin.html

http://asantosa30.wordpress.com/category/sufi-tasauf/ilmu-kebatinan/