Tag Archives: kelompok

SIKAP PARA ULAMA BASHRAH DI MASA KEMUNCULANNYA KELOMPOK SUFI

Para ulama Bashrah yang mengalami masa kemunculan kelompok sufi ini, tidaklah tinggal diam. Sebagaimana diriwayatkan Abu Asy-Syaikh Al-Ashbahani dengan sanadnya dari Muhammad bin Sirin, bahwa telah sampai kepadanya berita tentang orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba.

Beliau berkata : “Sesungguhnya ada orang-orang yang mengutamakan pakaian yang terbuat dari bulu domba dengan alasan untuk meneladani Al-Masih bin Maryam ! Maka petunjuk Nabi kita lebih kita cintai, beliau biasa mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun dan yang selainnya.” (Diringkas dari Majmu’ Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 5, 6, 16).

http://shirotholmustaqim.wordpress.com/2013/08/13/mewaspadai-ajaran-sufi/

——————————

PENISBATAN KELOMPOK SUFI

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan : “Adapun lafadz Sufiyyah bukanlah lafadz yang masyhur pada tiga abad pertama Islam. Dan setelah masa itu, penyebutannya menjadi masyhur.” (Majmu’ Fatawa, 11/5)

Lafadz Sufi bukanlah nisbat kepada Ahlush Shuffah yang ada di jaman Rasulullah, karena nisbat kepadanya adalah Shuffi. Bukan pula nisbat kepada shaf terdepan di hadapan Allah, karena nisbat kepadanya adalah Shaffi.
Demikian juga bukan nisbat kepada makhluk pilihan Allah karena nisbatnya adalah Shafawi. Dan bukan pula nisbat kepada Shufah bin Bisyr (salah satu suku Arab) meski secara lafadz bisa dibenarkan. Namun secara makna sangatlah lemah, karena antara suku tersebut dengan kelompok Sufi tidak berkaitan sama sekali.

shirotholmustaqim.wordpress.com/2013/08/13/mewaspadai-ajaran-sufi/

——————————

TEMPAT AWAL MUNCULNYA KELOMPOK SUFI

Asy-Syaikh Muhammad Aman bin ‘Ali Al-Jami berkata : “Demikianlah munculnya jahiliyyah Tasawuf, dan dari kota inilah (Bashrah) ia tersebar.” (At-Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 5)

Bashrah, sebuah kota di Irak, merupakan tempat kelahiran Tasawuf dan Sufi. Di mana sebagian ahli ibadahnya mulai berlebihan dalam beribadah, zuhud, dan wara’ terhadap dunia, dengan cara yang belum pernah dicontohkan oleh Rasulullah, mereka memilih untuk mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuf). Meski kelompok ini tidak mewajibkan tarekatnya dengan pakaian semacam itu, namun atas dasar inilah mereka disebut dengan “Sufi”, sebagai nisbat kepada Shuf.

shirotholmustaqim.wordpress.com/2013/08/13/mewaspadai-ajaran-sufi/

——————————